Posts

Rapuh tanpamu

Image
Antara bimbang dan berharap Berharap sungguh tidak mungkin denganmu. Hati ini terlalu rapuh. Aku butuh hadirmu bukan butuh dia. Aku yakin denganmu bukan dengan dia. Aku terlalu ragu pada dia.. Hatiku lemah tak berdaya tanpamu.. Hatiku terlalu percaya dengan kata kata manis dirinya.. Aku disini bimbang.. Ragu dengan semua keputusanku.. Aku berharap engkau hadir kembali menyambut hati yang sudah terlalu rapuh ini.. Aku lemah tak berdaya tanpa dirimu.. Aku yakin kita akan bersatu kembali entah kapan tapi aku selalu merasakan kehadiran dirimu.. Aku berharap engkau datang.. Hanya dirimu lah yang mengerti aku.. Kembalilah sayang kepelukanku.. Kembalilah...

Benci dan Kebahagiaan

Image
Kamu hadir dalam hati. Namun kebencian yang membuat aku hidup Nanti suatu saat aku cinta dgn mu kamu jngan benci. Bahagia? Sudah pasti tidak Hati ku sudah mati Hingga tak dapat merasakan benci dan kebahagiaan secara bersamaan. Hati ku sudah tak dapat merasakan apa apa. Jangankan untuk merasakan kebencianmu Bahkan merasakan bahagia bersama mu pun tak mungkin. Biarkan saja hati mati . Rapuh dan tenggelam kelautan .

Arti Perbedaan

Image
Berbeda.. Ketika aku memilihmu aku tahu resiko apa yang akan aku tanggung Ketika aku berbicara denganmu aku ingin mewujudkan mimpi mimpi ku dengan mu Ketika aku terhanyut dalam mimpi mimpi kita nanti pastikan kamu akan merayut mimpi bersama ku. Kita ini?? Kalo sekilas tentang kita pasti kita ini beda. Aku suka nya jalanjalan kamu suka nya dilapangan main futsal. Aku sukanya makanan yang manis manis kamu sukanya makanan yang sangat pedas. Aku sukanya matahari kamu sukanya sama hujan. Aku sukanya bulan kamu sukanya bintang. Jelas berbeda bukan. Kita ini berbeda dari banyak kesukaan, prilaku bahkan sifat sifat kita. Aku suka perbedaan makanya itu aku suka berdampingan dengan kamu. Aku jadi banyak mengenal pengalaman baru dan aku dapat mengenalmu lebih jauh lagi. Aku baru tersadar dengan perbedaan yang kita miliki. Perbedaan yang membuat aku dan kamu menjadi kita saat ini. Kamu orang yang selalu ada untuk aku dikala suka dan duka. Fikirku aku salah memilihmu Namu...

Menahan Rindu

Image
Ketika rindu itu mulai hadir Tapi engkau acuhkan.... Ketika aku belajar memahami arti rindu Engkau yang selalu mengabaikan rindu itu.... Hingga akhirnya aku pergi dan menahan rindu itu sendiri.. Saat rindu selalu datang aku ingin menyapanya hingga senja tenggelam Ketika itu juga aku ingin mengenalmu melalui rindu dengan perasaan-perasaan yang selalu mengalir dengan arusnya masing-masing.. Tapi engkau sendirilah yang mematahkan rinduku... Menyembunyikan rindu sungguh tak mudah tapi aku rela menahan menelan perlahan hingga rindu itu senyap.. Rindu itu selalu datang tidak tepat waktu dan ia pun tak tahu harus kemana perginya... Namun, aku mengerti kali ini aku harus menahan rindu hingga waktu yang tepat itu datang... -senja-

Apakah Aku Masih Menjadi yang Teristimewa?

Image
Ada seseorang yang datang, ada juga seseorang yang pergi. Jika aku dapat memilih aku ingin menjadi seseorang yang selalu pergi. Tapi sayang aku tidak dapat memilih itu. Aku mungkin bukan seseorang yang pling istimewah untukmu. Tapi aku yakin menjadi seseorang yang berharga untukmu. Aku yang tak dapat menaklukan dunia bahkan isinya untukmu. Aku. Aku hanya perempuan yang selalu merindukanmu. Aku datang untuk pergi. Sesingkat itukah hidup? Tapi aku ingin menjadi yang datang dan tidak akan pergi. Iya aku yakin wlaupun pada akhirnya aku akan pergi meninggalkanmu menuju sang pencipta. Namun aku yakin meski kita sedang tidak bersama. Aku yakin hatimu masih terjaga untukku. Terima kasih sudah memperkenalkanku dengan dunia baru. Dimana aku dapat melihat dan menikmatinya dengan indah. Terima kasih sudah mengajarkanku arti hidup hingga membuat hidup ini kian berarti. Lalu, apakah kamu masih menjadikanku perempuan yang teristimewa dihidupmu? Entahlah.

Untukmu, calon imamku nanti

Image
Waktu berputar begitu cepat, tak kala memberhentikan jarumnya menuju ke hatimu. Ke pelabuhan terakhir aku untuk mengarungi kehidupan bersamamu. Mungkin saja aku ini bukan perempuan impianmu atau mungkin saja aku bukan perempuan yang kau inginkan. Namun, Kali ini aku akan menceritakan sedikit impianku yang akan ku wujudkan bersamamu, wahai imamku. Pertama yang akan aku ucapkan kepadamu terimakasih telah memilihku untuk menemani kehidupanmu kelak. Banyak hal yang aku ucapkan kepadamu, terlebih tentang latar belakang hidupku yang tidak banyak orang tahu. Ketika kamu memilihku seharusnya kamu tahu resiko yang akan kamu hadapi nanti. Impian yang akan kita rajut bersama dengan indah. Imamku, aku hanya seorang perempuan dan aku menyadarinya aku harus tetap patuh dan taat terhadap perintah-Nya serta kepadamu tanpa terkecuali. Aku mungkin perempuan yang masih awam untuk mengenal arti hidup bersama. Aku yang memiliki impian tetap ingin bekerja saat berkeluarga. Aku yang ingin memiliki ...

Bersabarlah, wahai calon Imamku!

Kalau kita berbicara soal usia yang sudah tidak remaja lagi, bahkan sudah hampir beranjak dewasa. Kira-kira sekitar umur 20+, mungkin bagi sedikit perempuan sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi istri atau ibu yang terbaik untuk anak-anaknya kelak. Tidak berasa umur menuntutku untuk menjadi seseorang perempuan yang sesungguhnya, dalam arti dapat mengurus rumah, rajin bekerja, dapat memasak dan mengurus rumah dengan baik. Diusia yang sudah tidak muda lagi, yang membuatku selalu belajar hakikat dari perempuan. Aku memang seseorang yang tidak terlalu faham agama, terlebih rukun-rukun atau sunnah lainnya. Aku masih cetek, kalau untuk berbicara itu. Namun, waktu akan membawaku kearah sana. Arah dimana aku akan menjadi ma'mum dan memiliki kehidupan baru yang sesuai aku impikan selama ini. Sekali lagi, mungkin banyak pengalaman dan pembelajaran yang aku terima dari berbagai orang diluar atau buku dan lainnya. Setidaknya, aku akan berusaha belajar lebih banyak lagi tentang hak...